
Lampung Timur, 22 Juni 2026 – Pondok Pesantren Darul Ulum Lampung Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan akbar berupa Haul Almarhumin Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Haflah Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026, serta Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik, Al-Imrithy, dan Al-Ajurumiyah yang berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 21–22 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah yang terdiri atas para kiai, ustaz, santri, alumni, wali santri, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Lampung Timur dan sekitarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum sekaligus mengenang jasa dan perjuangan para pendiri pesantren yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam hingga berkembang menjadi lembaga yang terus melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkhidmat kepada umat.
Acara diawali pada Ahad, 21 Juni 2026, dengan pembacaan tahlil, istighasah, dan doa bersama yang dipimpin oleh para masyayikh dan pengasuh pondok pesantren. Suasana khidmat begitu terasa ketika para hadirin bersama-sama memanjatkan doa untuk para almarhumin pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, memohon agar segala amal perjuangan mereka diterima oleh Allah SWT serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya hingga akhir zaman.
Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum menyampaikan bahwa haul bukan sekadar kegiatan mengenang para pendahulu, melainkan sarana untuk meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan dedikasi mereka dalam membangun pendidikan Islam di tengah masyarakat.
“Para pendiri pondok telah memberikan contoh nyata tentang pengabdian tanpa pamrih. Dengan segala keterbatasan yang ada pada masa itu, mereka mampu mendirikan lembaga pendidikan yang hingga hari ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga, merawat, dan mengembangkan amanah tersebut,” ujarnya.
Selain haul, kegiatan juga dirangkaikan dengan Haflah Akhirussanah, yang menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran santri selama satu tahun ajaran. Dalam kesempatan tersebut, para santri menampilkan berbagai kreasi dan kemampuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di pondok pesantren, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato bahasa Arab dan Inggris, pembacaan syair-syair pesantren, hingga penampilan seni islami yang memukau para hadirin.
Haflah Akhirussanah menjadi ajang apresiasi bagi para santri yang telah menunjukkan prestasi akademik maupun non-akademik selama menempuh pendidikan. Sejumlah penghargaan diberikan kepada santri berprestasi sebagai bentuk motivasi agar terus meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan potensi diri.
Puncak acara berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, dengan prosesi Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik, Al-Imrithy, dan Al-Ajurumiyah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab-kitab dasar dan lanjutan ilmu nahwu yang menjadi fondasi penting dalam memahami literatur Islam klasik.
Para santri yang mengikuti khataman membacakan bagian-bagian tertentu dari kitab yang telah dipelajari di hadapan para guru dan tamu undangan. Prosesi tersebut menjadi simbol keberhasilan santri dalam menempuh perjalanan panjang mempelajari ilmu alat sebagai kunci memahami Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab turats karya para ulama.
Kitab Al-Ajurumiyah dikenal sebagai kitab dasar ilmu nahwu yang banyak dipelajari oleh santri pemula. Setelah menguasai kitab tersebut, para santri melanjutkan pembelajaran pada kitab Al-Imrithy yang menyajikan kaidah nahwu dalam bentuk nazam. Adapun Alfiyah Ibnu Malik merupakan salah satu karya monumental dalam ilmu tata bahasa Arab yang terdiri dari seribu bait nazam dan menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di Indonesia maupun dunia Islam.
Dalam mauizah hasanah yang disampaikan pada acara khataman, para ulama menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Santri diharapkan tidak hanya mampu membaca dan memahami kitab-kitab klasik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rangkaian acara. Banyak alumni yang hadir dari berbagai daerah untuk mengikuti haul sekaligus bernostalgia dengan almamater yang telah membentuk karakter dan keilmuan mereka. Kehadiran para alumni menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang terjalin antara pesantren dan para lulusannya.
Salah seorang alumni mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali menghadiri kegiatan tahunan tersebut. Menurutnya, haul dan haflah akhirussanah bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah islamiyah dan mempererat hubungan antara alumni, santri, serta masyarakat.
“Setiap kali menghadiri haul, kami selalu diingatkan tentang perjuangan para masyayikh dalam mendidik santri. Semangat itulah yang harus terus dijaga agar pesantren tetap menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Haul Almarhumin Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Haflah Akhirussanah, dan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik, Al-Imrithy, serta Al-Ajurumiyah, Pondok Pesantren Darul Ulum Lampung Timur kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat pendidikan karakter, serta melanjutkan perjuangan para pendiri dalam mencetak generasi muslim yang unggul, berintegritas, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah
tamah keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum. Dengan penuh harapan, seluruh
peserta memohon keberkahan dan kemajuan bagi pesantren agar terus menjadi pusat
pendidikan Islam yang melahirkan generasi penerus perjuangan ulama dan penjaga
nilai-nilai keislaman di masa yang akan datang.
© 2024 Yayasan Darul Ulum Sekampung