Breaking News

Berita & Artikel

TASYAKURAN KELULUSAN ANGKATAN KE-41 MA MA’ARIF NU 5 SEKAMPUNG BERLANGSUNG KHIDMAT DAN PENUH MAKNA

Sekampung, 15 April 2026 Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti acara tasyakuran kelulusan siswa-siswi kelas XII angkatan ke-41 MA Ma’arif NU 5 Sekampung yang digelar pada Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh siswa, dewan guru, serta orang tua dalam menandai berakhirnya masa belajar di bangku madrasah sekaligus awal perjalanan menuju masa depan yang lebih luas.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Lampung Timur, Camat Sekampung, Ketua PC LP Ma’arif NU, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum, para kepala madrasah se-Yayasan Darul Ulum, Ketua MWC NU, serta seluruh tamu undangan yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para lulusan.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sambutan-sambutan yang sarat pesan moral, motivasi, dan harapan.

Dalam sambutannya, Kepala MA Ma’arif NU 5 Sekampung, Bapak Fitriyanto, S.Pd., mengajak para siswa untuk merenungi makna rasa syukur secara mendalam. Ia menegaskan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan refleksi diri atas pencapaian yang telah diraih.

“Bersyukur itu harus disertai kesadaran. Apakah ilmu kita sudah cukup? Apakah ibadah kita sudah baik? Apakah kita sudah berbakti kepada orang tua?” ungkap beliau.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar para lulusan tidak pernah melepaskan nilai-nilai iman, Islam, dan Nahdlatul Ulama dalam kehidupan mereka. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua sebagai kunci kesuksesan, serta mengingatkan agar para siswa senantiasa berbakti sepanjang hayat.

“Jadilah pribadi yang sederhana, tidak berlebih-lebihan. Lanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun jangan hanya berorientasi pada ijazah, melainkan pada ilmu yang jelas manfaatnya. Dari 200 siswa, semuanya harus punya cita-cita dan masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelemahan, namun hal tersebut bukan penghalang untuk terus maju. “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan wali siswa, Bapak Widayat, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh dewan guru yang telah membimbing dan mendidik anak-anak mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru atas ilmu yang telah diberikan. Semoga menjadi pahala jariyah. Apabila selama ini anak-anak kami pernah melakukan kesalahan dan membuat guru marah, kami mohon untuk dimaafkan,” ujarnya dengan penuh haru.

Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan proses panjang yang berlangsung sepanjang hayat, dari lahir hingga ke liang lahat.

Perwakilan siswa, Tutut Kirania Saputri, turut menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh teman-temannya. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru dan orang tua atas segala pengorbanan dan ilmu yang telah diberikan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik dan membimbing kami. Kepada orang tua, terima kasih atas doa dan dukungan yang tiada henti. Dan untuk teman-teman, perpisahan ini bukan untuk menjadi asing, tetapi untuk melangkah menuju cita-cita masing-masing,” tuturnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum, Bapak Ahmad Abroza, M.Pd.I., dalam sambutannya mengulas perjalanan panjang madrasah yang kini telah berdiri selama ini. Ia menyampaikan bahwa perkembangan pesat yang terjadi tidak lepas dari peran serta seluruh pihak, terutama para guru dan wali siswa.

“Dulu madrasah ini belum seperti sekarang. Perkembangan ini terjadi karena kontribusi bapak dan ibu semua,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para lulusan yang telah berhasil diterima di perguruan tinggi negeri, serta menyampaikan kabar baik terkait dukungan yayasan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan.

“Kami memberikan bantuan kepada siswa-siswi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, khususnya ke Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Ulum Lampung, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa alumni STIS Darul Ulum telah banyak yang sukses di berbagai bidang, sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para lulusan.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama, Bapak Eko Susilohadi. Ia menyampaikan rasa bangga dan optimisme terhadap perkembangan MA Ma’arif NU 5 Sekampung.

“Saya bangga dan yakin MA Ma’arif NU akan menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan menjadi salah satu pondasi penting dalam mencetak generasi bangsa,” ungkapnya.

Acara tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga sarana refleksi, motivasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan bagi para siswa. Dengan penuh harapan, seluruh pihak mendoakan agar para lulusan angkatan ke-41 dapat melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh semangat, membawa ilmu yang bermanfaat, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Picture of Admindarululum

Admindarululum

Facebook
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan