Breaking News

Berita & Artikel

Penuh Haru dan Bahagia, MA Ma’arif NU 5 Sekampung Gelar Tasyakuran Kelulusan Kelas XII ke-40 "Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Gemilang"

Sekampung, 16 April 2025 – Di bawah langit cerah pada Rabu pagi yang penuh berkah, Madrasah Aliyah Ma’arif NU 5 Sekampung menyelenggarakan acara tasyakuran kelulusan siswa-siswi kelas 12 tahun ajaran 2024/2025. Acara ini tak hanya menjadi penanda selesainya masa belajar di tingkat aliyah, tetapi juga menjadi momentum sakral untuk melepas putra-putri terbaik sekolah menuju gerbang masa depan yang lebih luas.

Suasana haru dan penuh rasa syukur tampak jelas sejak pagi hari. Para siswa berdandan rapi, didampingi orang tua yang hadir dengan mata berbinar, campuran antara kebanggaan dan keharuan. Seluruh elemen sekolah turut hadir: jajaran pengurus Yayasan Ma’arif, Koramil, Kapolsek Sekampung, para pembina sekolah, seluruh dewan guru, dan tentunya para wali murid yang menjadi saksi langsung momen bersejarah ini.

Rangkaian Acara yang Penuh Makna

Acara tasyakuran ini diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelulusan seluruh siswa-siswi kelas 12 serta harapan akan keberkahan ilmu dan masa depan yang lebih baik. Doa khidmat ini dipimpin oleh salah satu ustaz senior di sekolah dan diikuti oleh seluruh tamu undangan.

Usai tahlil dan doa, para hadirin disuguhkan dengan penampilan budaya yang menjadi kebanggaan daerah, yaitu tari adat Lampung, yang dibawakan secara anggun oleh siswi-siswi pilihan. Gerakan tari yang lemah gemulai namun penuh semangat ini seolah menggambarkan semangat generasi muda Lampung untuk terus menjaga tradisi sambil melangkah ke masa depan global.

Memasuki sesi berikutnya, Kepala MA Ma’arif NU 5 Sekampung, Bapak Fitriyanto, memberikan sambutan yang menjadi pusat perhatian dan menyentuh hati banyak orang. Dalam pidatonya, beliau tak sekadar memberikan ucapan selamat, tetapi juga menyampaikan pesan yang mendalam dan menggugah semangat para lulusan.

“Pergi, berhijrahlah, lakukan safar. Mesti engkau akan menemukan pengganti dari apa yang engkau tinggalkan. Singa yang buas, jika tidak mau keluar dari sarangnya, maka tidak akan pernah diketahui kebuasannya,” ujar beliau membuka sambutan dengan ungkapan perumpamaan yang sarat makna.

Beliau menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir, namun justru awal dari sebuah perjalanan baru yang menantang. Dalam sambutannya, beliau berpesan dengan penuh ketegasan namun lembut:

“Anak-anakku, kalau kalian tidak mau mengembangkan diri dan tidak mau melanjutkan pendidikan atau bermusyafir, maka potensi kalian tidak akan pernah dilihat orang. Hari ini adalah start, bukan finish. Ayo temukan jati dirimu. Santri itu pilihannya hanya dua: patuh dan tunduk terhadap kiai. Lanjutkan pendidikanmu. Jangan berhenti di Madrasah Aliyah, karena kalianlah yang akan menjadi penerus kami.”

Sambutan berikutnya datang dari perwakilan wali murid, yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh guru dan civitas sekolah yang telah membimbing anak-anak mereka selama tiga tahun terakhir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan betapa besar peran guru sebagai cahaya yang menuntun anak-anak mereka menuju jalan yang benar dan bermartabat.

Setelah sesi sambutan, tibalah acara yang paling dinantikan: penyerahan tanda kelulusan kepada seluruh siswa-siswi kelas 12. Satu per satu nama dipanggil, disambut dengan tepuk tangan dan sorakan bangga dari orang tua dan para guru. Wajah-wajah cerah para lulusan mencerminkan harapan baru dan kesiapan mereka untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya.

Tasyakuran ini bukan hanya selebrasi, tapi juga ruang refleksi dan penegasan bahwa pendidikan tidak berhenti di sini. Madrasah hanyalah gerbang awal. Bekal ilmu dan nilai-nilai yang ditanamkan selama di MA Ma’arif NU 5 Sekampung akan terus hidup dalam diri para siswa, membimbing mereka di medan kehidupan yang lebih luas.

Penutup yang Menyisakan Kenangan

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan orang tua. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti halaman madrasah. Tangis haru mewarnai pelukan antara guru dan murid, antara teman seperjuangan, dan tentu saja antara anak dan orang tua yang turut merasakan bangga luar biasa.

Picture of Admindarululum

Admindarululum

Facebook
WhatsApp
Email